Indikator Kinerja Pembangunan Kabupaten Tegal Capai 72,03% di Masa Pandemi

  Kamis, 18 Maret 2021   Dwi Ariadi
Bupati Tegal Umi Azizah saat menggelar Rapat Koordinasi Ekspose Draf Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Tegal Tahun 2020, Selasa (9/3/2021).(dok.Humas Pemkab Tegal)

SLAWI, AYOTEGAL.COM – Di masa pandemi yang dibarengi dengan kebijakan penyesuaian anggaran melalui refokusing berdampak pada kinerja pembangunan daerah. 

Seperti Kabupaten Tegal, dari 311 indikator kinerja pembangunan pada tahun 2020 baru tercapai 224 indikator atau 72,03 persen. 

Hal itu disampaikan Bupati Tegal Umi Azizah saat menggelar Rapat Koordinasi Ekspose Draf Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Tegal Tahun 2020, Selasa (9/3/2021) di Gedung Dadali.

Menurut Umi Azizah, rincian indikator kinerja pembangunan yang mampu dicapai antara lain indikator di bidang pendidikan, kesehatan masyarakat dan infrastruktur jalan. 

Sedangkan untuk capaian indikator kinerja daerah (IKD) secara umum  mencakup tiga aspek, yaitu kesejahteraan masyarakat mampu dicapai 50 persen, pelayanan umum 62,91 persen dan aspek daya saing daerah tercapai 75 persen.

“Dari capaian kinerja ini saya rasa sudah relatif baik karena pandemi Covid-19 membatasi tidak hanya aktifitas sosial, tapi juga keleluasaan dari sisi finansial keuangan daerah, meski sebenarnya ini masih bisa ditingkatkan lagi,” kata Umi.

Dalam kesempatan itu, Umi Azizah mengharapkan, kepala perangkat daerah agar belajar dari pengalaman pelaksanaan program dan kegiatan di masa pandemi yang menuntut kreativitas, sarat pemanfaatan teknologi informasi dan pola kerja yang tidak biasa. 

Ia pun meminta agar program dan kegiatan di masing-masing instansi ini bisa dicermati. Harapannya, program kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik dan capaian kinerjanya semakin optimal di masa mendatang.

“Kita melihat indikator capaian makro kita banyak yang terkoreksi seperti angka kemiskinan yang meningkat 0,5 poin, tingkat pengangguran terbuka yang bertambah 1,7 poin, belum lagi pertumbuhan ekonomi yang saya rasa juga menurun,” ujanya.

Umi pun meminta agar kepala perangkat daerah bisa merancang program kegiatan inovatif yang berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan, perluasan lapangan kerja dan peningkatan pertumbuhan ekonomi lokal.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tegal, Widodo Joko Mulyono mengungkapkan, ditinjau dari kinerja capaian sasaran misinya, dari 40 indikator yang ada, mampu diraih 47,5 persennya. 

“Adapun sasaran target yang tidak tercapai antara lain nilai SAKIP, indeks kualitas air, pertumbuhan ekonomi, jumlah wisatawan mancanegara, jumlah wisatawan nusantara, indeks pembangunan gender, jumlah penduduk miskin dan tingkat pengangguran terbuka,” jelas Joko.

Joko mengungkapkan, dengan diberlakukannya Permendagri Nomor 90 Tahun 2019 dan Kepmendagri Nomor 0503708 Tahun 2020, diharapkan perangkat daerah telah melakukan penyesuaian indikator program. 
''Penyesuaian indikator tersebut dengan mempertimbangkan tujuan serta sasaran RPJMD, tupoksi perangkat daerah serta capaian tahun 2020,''tandasnya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar