Koperasi Retail di Kabupaten Tegal Bisa Jadi Mitra Bisnis Distributor

  Minggu, 21 Maret 2021   Dwi Ariadi
Pelatihan Peningkatan dan Pengembangan Jaringan Usaha Retail Koperasi di Gedung PMI Kabupaten Tegal, Kamis-Jumat (18-19/3/2021).(dok Humas Pemkab Tegal)

SLAWI, AYOTEGAL.COM – Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop dan UKM) Kabupaten Tegal menggelar Pelatihan Peningkatan dan Pengembangan Jaringan Usaha Retail Koperasi di Gedung PMI Kabupaten Tegal, Kamis-Jumat (18-19/3/2021). 

Kegiatan itu diikuti 40 peserta dari perwakilan koperasi yang memiliki unit usaha penjualan barang retail.

Kepala Disdagkop dan UKM Kabupaten Tegal, Suspriyanti saat membuka acara mengatakan, pelatihan menghadirkan tiga pemateri, yaitu Wakil Kepala Bulog Kanwil Karesidenan Pekalongan, Andrika F. Yunanto, CEO PT AHA, Antoni yang merupakan anak Perusahaan SGT Group dan tenaga ahli teknologi informasi dari Dinas Komunikasi dan Informatika, Kabupaten Tegal.

Menurut Suspriyanti, koperasi retail di Kabupaten Tegal bisa menjadi mitra bisnis distributor barang kebutuhan pokok seperti Perum Bulog. 

''Dengan ini, mata rantai pasok barang bisa dipangkas sehingga koperasi bisa menjualnya kembali ke anggota maupun konsumen dengan harga murah,''katanya. 

Dikatakan, strategi pemasaran dan penjualannya pun bisa dilakukan secara daring, menyesuaikan perilaku belanja konsumen saat ini yang butuh cepat, mudah dalam transaksi pembayaran dan pengiriman.

Merambah ke dunia digital, lanjut Suspriyanti, selain akan membuka lapangan kerja baru pada unit usaha retailnya juga akan memotivasi pengurus koperasi dalam meningkatkan nilai usaha dan inovasi model bisnis.

“Dengan bertemunya distributor, tenaga ahli pemasaran digital dan peserta dari koperasi pada sesi pelatihan kali ini maka harapan terjadinya transformasi di sektor usaha retail koperasi semakin menguat. Muaranya adalah kesejahteraan anggota koperasi dari pembagian hasil usaha yang terus meningkat,” kata Suspriyanti.

Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi Disdagkop dan UKM Kabupaten Tegal, Erlin Trisnawati mengungkapkan, jumlah koperasi yang terdaftar sekitar 439 unit usaha dan 33 persen di antaranya atau 147 koperasi memiliki usaha retail. 

Rinciannya, 26 koperasi bergerak khusus di bidang retail dan selebihnya 121 koperasi memiliki unit usaha simpan pinjam dan retail. 

Menurut Erlin, koperasi memiliki jaringan yang potensial bagi para distributor, termasuk Perum Bulog dalam membantu menstabilkan harga kebutuhan pokok di pasaran.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar