Mudik Dilarang, Sopir dan Kernet Bus Tegal-Jakarta Terancam Nganggur Lagi

  Jumat, 02 April 2021   Lilisnawati
Seorang supir bus di Terminal Kota Tegal, Jumat (2/4/2021).(Lilisnawati/Ayotegal)

MARGADANA, AYOTEGAL.COM- Selain pelaku usaha, kebijakan larangan mudik tampaknya juga akan memberikan dampak tersendiri bagi sopir dan kernet bus Antarkota AntarProvinsi (AKAP) di Kota Tegal.

Mereka kembali terancam menjadi pengangguran di momen Idulfitri 2021. Sebab, hal itu sudah dirasakan pada momen mudik 2020.

Seperti yang dialami Tio (31) seorang sopir bus Dewi Sri trayek Tegal-Jakarta yang harus menjadi pengangguran di momen mudik 2020.

"Tahun kemarin nganggur satu bulan karena ada lockdown dan larangan mudik. Semua bus AKAP nggak beroperasi, otomatis sopir dan kernetnya nganggur," katanya di temui di Terminal Kota Tegal, Jumat (2/4/2021).

Ia sendiri khawatir, jika larangan mudik kembali diberlakukan, maka dirinya harus bersiap menjadi pengangguran lagi.

"Idulfitri kemarin malah saya sampe jadi tukang parkir di minimarket dekat rumah mertua. Perhiasan istri juga terpaksa dijual, gelang, kalung dan anting. Hp dan kulkas juga dijual buat kebutuhan Lebaran," bebernya.

Menurutnya, momen mudik merupakan kesempatan mendapatkan pendapatan yang lebih. Terlebih, kebutuhan keluarganya hanya ditopang dari menjadi sopir bus.

"Kalau lagi musim mudik, sekali berangkat bisa dapet Rp600.000 sampai Rp800.000. Itu kan lumayan, bisa buat Lebaran. Beli baju baru anak istri, zakat fitrah dan beli gula-teh," ucapnya.

Tio berharap, kebijakan larangan mudik dipertimbangkan lagi, sehingga masyarakat yang bekerja di jasa transportasi tetap bisa mencari nafkah.

Hal serupa juga dirasakan kernet bus Iyan (40). Ia mengaku harus menjadi kernet truk logistik untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan keluarga.

"Tahun kemarin nggak narik sebulan full. Akhirnya saya ikut truk logistik. Karena bagaimana pun keluarga juga harus tetap makan. Namanya buruh, nggak kerja nggak makan," tuturnya.

Iyan yang sudah menjadi kernet bus selama 25 tahun mengaku, baru merasakan sulit-sulitnya menjadi kernet.

"Hari-hari normal saat ini saya kadang narik kadang nggak. Masa korona penumpangnya sepi. Sekali berangkat paling dapet Rp100.000 sampe Rp200.000," ungkapnya.

Dengan begitu, ia berharap, pemerintah memperbolehkan mudik tahun 2021. Selain untuk memperbaiki ekonomi juga untuk mencegah pengangguran.

"Mudik kan momen kita cari duit. Kita dapet duit ya dari mudik itu. Kita ya penginnya kaya dulu lagi, mudik tidak dilarang," ucapnya. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar