Simulasi Hari Pertama PTM, SMPN 1 Tegal Batasi 110 Siswa Tak Boleh Berganti

  Senin, 05 April 2021   Lilisnawati
Suasana pembelajaran tatap muka di SMP N 1 Tegal, Senin (5/4/2021).(Lilisnawati/Ayotegal)

TEGAL TIMUR, AYOTEGAL.COM- SMP N 1 Tegal menjadi satu-satunya sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Tegal yang ditunjuk untuk menggelar simulasi atau uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) se-Jateng, Senin (5/4/2021).

Prosedur protokol kesehatan tampak diterapkan dengan benar, baik dari sekolah maupun para siswa.

Kepala SMP N 1 Tegal, Listiana Kusuma Wardani mengatakan, hari pertama PTM di sekolahnya berlangsung dengan lancar.

"Alhamdulillah lancar, karena memang kita sudah mempersiapkan sedetail-detailnya. Pelaksanaan tadi berjalan sesuai rencana dan SOP yang sudah diinformasikan ke orangtua dan siswa. Meski sempat hujan siswa datang dengan mematuhi protokol kesehatan," ungkapnya.

Menurutnya, simulasi PTM ini diikuti 110 siswa yang diambil dari siswa kelas VII.

"Kami memilih 110 siswa piloting. Mereka nanti akan ikut PTM selama 14 hari. Jadi sesuai dengan arahan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, bahwa peserta uji coba rintisan itu tidak boleh berganti siswa," ucapnya.

Sementara untuk prosedur protokol kesehatan yang diterapkan yakni, pengecekan suhu terhadap siswa yang datang. Bagi yang bersuhu di atas 37 derajat celcius akan diisolasi terlebih dahulu.

"Bahkan pemantauan tidak hanya dimulai saat siswa datang. Tapi mulai dari siswa mempersiapkan dari rumah, seperti harus sarapan, pakai masker standar, kemudian faceshield, di antar orangtua. Jadi tidak ada yang pakai transportasi umum," bebernya.

Selanjutnya, mereka akan melakukan pembelajaran di kelas dengan jarak yang sudah distandardisasi dengan ventilasi yang baik.

"Di depan ruang kelas sudah kita sediakan tempat cuci tangan, sabun dan tata cara mencuci tangan yang benar.

"Tidak ada jam istirahat. Mereka hanya diberi waktu 15 menit untuk makan. Makan juga bekal dari rumah, kemudian dimakan di kelas," jelasnya.

Bukan hanya itu, protokol kesehatan juga diterapkan setelah pembelajaran selesai. Para siswa diharuskan keluar dari ruang kelas secara teratur.

"Satu persatu keluarnya. Mereka langsung kita arahkan ke gerbang atau tempat parkir. Kita arahkan juga untuk langsung pulang," katanya.

Ia berharap, simulasi PTM di Kota Tegal bisa berlangsung lancar, sehingga bisa dilanjutkan untuk sekolah-sekolah yang lainnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar