Cerita Ayah di Brebes Beri Nama Anaknya Dinas Komunikasi, Anak Pertama Hampir Bernama Miss Universe

  Kamis, 08 April 2021   Lilisnawati
Slamet Wahyudi (38) menunjukkan putranya yang bernama Dinas Kominfo Informatika Statistika, Kamis (8/4/2021).(Lilisnawati/Ayotegal)

BREBES, AYOTEGAL.COM- Bagi sebagian besar orangtua tentunya akan memberikan nama anak-anaknya yang memiliki makna dan arti yang dalam.

Ada yang memberikan nama-nama islami, Jawa, Arab dan lain sebagainya.

Tak sedikit pula yang mengonsepnya dengan unik, misalnya dengan gabungan nama bapak dan ibunya.

Hal itu tentu masih sangat wajar. Namun, di Kabupaten Brebes, seorang ayah memberikan nama yang tak lazim dari kebanyakan orang tua.

Dia adalah Slamet Wahyudi (38) warga Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Ia menamai anak laki-lakinya yang lahir pada 23 Desember 2020 itu dengan Dinas Komunikasi Informatika Statistika.

Bahkan, pemberian nama tak lazim juga sempat akan dilakukan kepada anak pertamanya yang masih berusia satu tahun.

Menurutnya, anak pertama yang berjenis kelamin perempuan itu akan diberi nama Miss Universe. Namun, tak disetujui oleh istrinya, Ririn Linda Tunggal Sari (33).

"Istri nggak boleh, karena kan perempuan. Jadi namanya masih wajar, Fyneen Naresha An Ghaida," kata Yoga sapan akrabnya saat ditemui di kantornya, Kamis (8/4/2021).

Meksi demikian, pemberian nama itu pun tentunya ada sebab dan makna di dalamnya.

Yoga menjelaskan, pemberian nama pada anaknya itu bukan tanpa sebab dan alasan. Menurutnya, ada sejarah yang luar biasanya di dalamnya.

"Jadi ceritanya, dulu pas nikah punya keinginan atau semacam nazar namai anak yang berkaitan dengan tempat kerja saya sekarang. Diberi namalah Dinas Komunikasi Informatika Statistik, panggilannya Dinko," ungkapnya.

Sebab, nama tersebut bagi Yoga mempunyai sejarah tersendiri di hidupnya, di mana selama 18 tahun ia mengabdi di Dinas Komunikasi Informatika Statistik, Kabupaten Brebes.

"Bagi saya itu punya sejarah tersendiri ya. Saya kerja di sini dari 2003 sebagai tenaga honorer. Waktu itu jadi penyiar. Baru di tahun 2009, Alhamdulillah diangkat jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sampe sekarang masih di sini," terangnya.

Selain itu, juga banyak kenangan di dalamnya. Menurutnya, tempatnya bekerja sudah menjadi rumah kedua.

Yoga juga membeberkan, pemberian nama unik itu mendapat protes dari sang istri dan juga orangtua.

"Sempat pada protes sih. Tapi setelah saya jelaskan maknanya mereka menerima. Mudah-mudahan bisa jadi anak yang sholeh, bermanfaat untuk hidup dan kehidupan," ucapnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar