Tertinggi di Jateng, Ungkap Kasus Narkoba Polres Batang Capai 250 Persen

  Kamis, 08 April 2021   Dwi Ariadi
Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Senka bersama jajaranya tunjukan barang bukti hasil Operasi Antik Candi 2021 di Mapolres Batang. (Muslihun/Kontributor Batang).

BATANG, AYOTEGAL.COM - Dalam Operasi Antik Candi 2021 Polres Batang meraih prosentase ungkap kasus narkoba tertinggi di Jateng, yang digelar sejak 15 Maret - 3 April 2021.

Hal itu diungkapkan Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka saat konferensi pers Operasi Antik Candi 2021, Kamis (8/4/2021).

"Ungkap kasus narkoba sebesar 250 persen dari target yang ditentukan," katanya di Mapolres Batang.

Adapun target dari Polda, yaitu 2 target operasi dengan kualifikasi barang bukti minimal 1 gram untuk narkotika jenis sabu dan 5 gram untuk jenis ganja.

Satresnarkoba Polres Batang berhasil menangkap 9 tersangka tindak pidana narkotika selama operasi Antik Candi 2021.

Jumlah barang bukti yang disita yaitu sabu 4,46 gram, ganja 27,10 gram dan pil 775 butir pil hexymer.

Kapolres merinci Satresnarkoba Polres Batang berhasil mengungkap 7 kasus tindak pidana narkotika, yaitu target operasi 5 kasus, dan non target operasi 2 kasus.

Lalu juga  tindak pidana Undang-Undang kesehatan sebanyak 1 kasus. Para pelaku ditangkap polisi di lokasi dan waktu yang berbeda.

"Rinciannya tindak pidana narkotika 8 tersangka dan tindak pidana Undang-Undang Kesehatan 1 tersangka," katanya  didampingi Kasatresnarkoba IPTU Bambang Tunggono.

Terungkapnya tindak pidana narkotika tersebut berawal adanya informasi dari masyarakat dan giat yang dilakukan oleh aparat kepolisian

Pada operasi Antik Candi 2021, kata Kapolres, Polres Batang menerjunkan 28 personel untuk melakukan deteksi beberapa lokasi yang dinilai rawan peredaran narkoba.

Kapolres menambahkan saat ini sebanyak 9 pelaku diamankan di Mapolres Batang.

Para pelaku akan dijerat pasal 112 ayat (1) dan pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara serta Undang- Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Adapun sembilan tersangka yang berhasil ditangkap adalah tersangka kasus sabu, kasus ganja dan kesehatan.

Tersangka kasus sabu berjumlah lima orang antara lain K (43) warga Banyuputih, H (54) warga Banyuputih, R (42) warga Banyuputih, S (26) warga Subah, S (41) warga Boyolali.

Tiga tersangka kasus ganja yaitu MY (25) warga Kendal, IR (26) warga Kendal, serta AR (25) warga Sidoarjo Jawa Timur. Lalu kasus kesehatan yaitu AS (33) warga Limpung.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar