Capai 56 Persen, Waduk Cacaban Tegal Bakal Jadi Ikon Wisata Baru 2022

  Sabtu, 17 April 2021   Dwi Ariadi
Foto udara proyek remedial/perbaikan Waduk Cacaban, Kabupaten Tegal. (dok Humas Pemkab Tegal)

KEDUNGBANTENG, AYOTEGAL.COM  – Proyek remedial/perbaikan Waduk Cacaban senilai Rp 38,8 miliar sudah mencapai 56 persen. 

Perbaikan tersebut meliputi pengamanan struktur konstruksi tubuh bendungan, perbaikan spillway, pengerukan sedimen dan penataan kawasan wisata dengan target selesai Januari 2022.

Informasi ini disampaikan perwakilan PT Sumber Karsa Indah Utama (SKIU) Widodo selaku pelaksana konstruksi, Kamis 15 April 2021.

Widodo menguraikan, proyek remedial ini mencakup 3 lokus yang meliputi penataan kawasan wisata, pengamanan tubuh bendungan dan bangunan pelimpah atau spillway. 

Adapun pengerjaannya akan berlangsung selama 450 hari kalender dengan jangka waktu pemeliharaan 180 hari kalender.

Pada lokus penataan kawasan wisata ini, lanjutnya, warga pengunjung akan bisa menikmati sejumlah fasilitas dan utilitas seperti gardu pandang, sentra oleh-oleh, jogging track, pujasera, mushola, toilet, dermaga dan taman bermain.

“Kiranya bangunan gardu pandang ini akan menjadi ikon wisata menarik di Cacaban. Dengan ketinggian 5,5 meter, dari sini warga pengunjung bisa menikmati landskap pemandangan lepas bentangan air Waduk Cacaban dengan pulau-pulau kecil di tengahnya,” katanya.

Ditanya soal kendala pengerjaan proyek, Widodo mengaku tidak ada kendala berarti selain cuaca hujan yang lebih panjang dari perkiraan. 

Kondisi hujan seringkali memaksa pihaknya harus menghentikan sementara pekerjaan konstruksi demi keamanan dan keselamatan para pekerja.

Sementara itu, di tempat yang sama, pengawas dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kuswandi menambahkan jika pengerjaan proyek remedial ini melibatkan 300 orang tenaga kerja.

“Total jumlah pekerja di sini ada sekitar 300 orang, di mana 70 persennya berasal dari warga sekitar Waduk Cacaban. Dalam bekerja, mereka pun selalu kita pantau, mulai dari penerapan protokol kesehatan seperti pengukuran suhu tubuh hingga penggunaan alat keselamatan kerja,''katanya. 

''Di tengah situasi pandemi ini tentunya kita tidak ingin ada penularan Covid-19, sehingga risiko itu kita minimalisir,''tambahnya.

Kuswandi menambahkan jika proyek Remedial Bendungan Cacaban senilai Rp 38,3 miliar ini termasuk dalam skala prioritas Proyek Peningkatan Operasional dan Keselamatan Bendungan Tahap 2 atau Dam Operational Improvement and Safety Project (DOISP2).

Usia Bendungan Cacaban sudah terbilang tua, sekitar 62 tahun sejak pertama kalinya beroperasi tahun 1958. 

''Melihat usianya ini, keberadaan bangunan bendungan menyimpan potensi bahaya besar sehingga harus dilakukan remedial, termasuk pengerukan sedimen yang diperkirakan mencapai volume 14 ribu meter kubik,” ujarnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar