Umi Azizah Dukung Laptop Rakitan 2 SMK Negeri di Kabupaten Tegal Dipasarkan

  Jumat, 23 April 2021   Dwi Ariadi
Bupati Tegal Umi Azizah bersama perwakilan kedua SMK Negeri menunjukkan laptop hasil rakitan siswa di ruang kerjanya, Kamis 22 April 2021.(dok Humas Pemkab Tegal)

SLAWI, AYOTEGAL.COM – Bupati Tegal Umi Azizah mendukung pemasaran dan proses produksi laptop rakitan dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Kabupaten Tegal. 

Selain menjadi peluang bisnis, juga bisa mendidik dan membuka lapangan kerja baru di bidang perakitan alat elektronik. 

Hal tersebut disampaikan Bupati Umi Azizah saat menerima audiensi perwakilan kedua SMK Negeri di ruang kerjanya, Kamis 22 April 2021.

Kedua SMK itu adalah SMK Negeri 1 Bumijawa dan SMK Negeri 1 Dukuhturi. 

''Kemampuan anak-anak SMK merakit laptop sendiri sudah satu keunggulan. Terlebih kalau bisa dibranding dan diproduksi dalam jumlah banyak tentunya kita patut mengapresiasi,” kata Umi.

Menurut Bupati Umi, harus ada komitmen di masyarakat konsumen, termasuk lembaga pemerintahan untuk membeli dan menggunakan produk SMK tersebut. 

Umi meyakini, dengan dukungan komponen berkualitas dan kendali mutu yang baik saat proses perakitan, maka laptop produksi SMK ini akan mampu bersaing ditunjang dengan layanan purnajual.

''Dari harga jualnya sudah cukup bersaing, tinggal strategi promosinya. Karena ini produk rakitan dalam negeri tentunya konsep kecintaan dan bangga membeli produk buatan Indonesia tentu bisa dikedepankan,” sarannya.

Wakil Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Dukuhturi, Teguh Santoso mengungkapkan jika komponen elektronik pada laptop rakitan ini berasal dari perusahaan Axioo dan Acer. 

Sebelum memasuki fase produksi, kedua perusahaan tersebut memberikan pelatihan terpadu kepada siswa dan guru. Yakni, penyiapan tenaga terampil, mensinkronkan kurikulum sekolah dengan industri, workshop, pembelajaran berbasis IT serta validasi sertifikasi bertaraf internasional.

Teguh menambahkan, jika dalam proses perakitan ini pihaknya menggandeng SMK Negeri 1 Bumijawa. Namun, masing-masing sekolah kemudian memilih membuat merek dagang sendiri. Untuk laptop SMK Negeri 1 Dukuhturi, Teguh menyematkan merek Smekar, sedangkan SMK Negeri 1 Dukuhturi melabeli NesbuOne.

Saat ini, pihaknya sudah memroduksi 50 unit laptop. Ditanya soal harga, Teguh mengungkapkan jika harga tersebut menyesuaikan spesifikasi. “Kisarannya mulai dari Rp3 juta sampai dengan Rp 6 juta,” kata Teguh.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Bumijawa Joko Pramono menambahkan ada dua tipe laptop NesbuOne memiliki 2 tipe pertama. Tipe pertama adalah Nesbu i34120 dengan spesifikasi processor intel core i3 gen 10, memory 4 gigabyte, SSD 120 GB dan display 14,1 inci sudah terinstal sistem operasi Windows 10. 

Tipe kedua adalah Nesbu N44128 dengan spesifikasi processor intel celeron, memory 4 gigabyte, HD 128 GB dan display 14,1 inci, belum terinstal sistem operasi.

“Untuk pembeliannya bisa langsung ke SMK Negeri 1 Bumijawa dengan garansi satu tahun replacement atau penggantian baru jika ada kerusakan yang disebabkan bukan kesalahan pengguna. Di sana, pembeli bisa juga bisa melihat proses perakitan,” terang Joko.

Di akhir sesi audiensi, baik Teguh maupun Joko berharap pemerintah daerah dapat membantu pemasaran produk SMK tersebut. 

“Kami berharap, Pemkab Tegal bisa ikut memasarkan karya anak-anak SMK. Dengan berkembangnya produk ini nanti, maka proses pendidikan kejuruan untuk mencetak tenaga terampil akan semakin dinamis, disamping membantu membuka lapangan kerja baru untuk para lulusannya,” pungkasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar