Bocah SD Tewas Makan Satai Beracun, Polisi Periksa Penerima Makanan

  Rabu, 28 April 2021   Budi Cahyono
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi ditemui wartawan di ruang kerjanya, Mapolres Bantul, Rabu (28/4/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

BANTUL, AYOTEGAL.COM – Seorang bocah SD meninggal dunia usai mengonsumsi satai beracun. Kasus tersebut kini dalam penanganan Polres Bantul.

Polisi akan memeriksa penerima makanan yang berada di Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan bernama Tomy. Hal itu dilakukan untuk mengetahui benang merah terhadap kasus tewasnya anak seorang driver ojol usai mengonsumsi satai beracun.

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi menjelaskan bahwa anggotanya sudah mendatangi lokasi kediaman Tomy. Pihaknya akan memanggil yang bersangkutan.

"Kami mintai keterangan untuk proses penyelidikan kasus tewasnya anak itu," kata Ngadi ditemui wartawan di Mapolres Bantul, Rabu 28 April 2021.

Ia menjelaskan, pemeriksaan itu dilakukan karena pemberi makanan, yang diketahui adalah seorang wanita, memberi nama serta alamat ke driver ojol, Bandiman.

"Karena penerima ini menyebut nama Tomy dan ada alamatnya maka kami akan memeriksa," jelas dia.

Ngadi melanjutkan, hingga kini ada enam orang saksi yang sudah diperiksa polisi.

Disinggung terkait hasil uji laboratorium sampel makanan berupa bumbu satai dan lontong, polisi masih belum mendapat hasilnya.

"Hingga kini masih menunggu hasilnya. Belum keluar dan belum mengetahui apa saja kandungan yang ada di dalamnya," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, nyawa seorang anak SD bernama Naba Faiz Prasetya (10) tak tertolong saat dilarikan ke RSUD Yogyakarta. Naba yang juga merupakan anak dari driver ojol, Bandiman tewas setelah mengonsumsi satai yang dibawa oleh ayahnya.

Bandiman menerima makanan tersebut dari seorang wanita muda berusia sekitar 20-30 tahun. Pria 47 tahun ini tak mengingat wajah si wanita tersebut meski tak mengenakan masker.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar