Sejumlah Aset Mangkrak, Bupati Tegal Kesal

  Jumat, 30 April 2021   Dwi Ariadi
Bupati Tegal Umi Azizah memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Pendapatan (POP) Triwulan I Tahun 2021 di kantor Bappenda Kabupaten Tegal, Selasa 27 April 2021. (dok.Humas Pemkab Tegal)

SLAWI, AYOTEGAL.COM -- Bupati Tegal Umi Azizah merasa kesal setelah mengetahui sejumlah aset tanah atau barang milik Pemkab Tegal mangkrak. 

Menurut Umi Azizah, sudah lama aset yang berada di lokasi strategis itu belum dimanfaatkan. Padahal berpeluang ntuk dikerjasamakan pemanfaatannya dengan pihak swasta, sehingga ada penerimaan pendapatan asli daerah (PAD).

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Pendapatan (POP) Triwulan I Tahun 2021 di kantor Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Tegal, Selasa 27 April 2021. 

Disebutkan, sejumlah aset potensial untuk dikelola seperti tanah eks Bioskop Adiwerna, eks SMEA di Kagok, eks pasar hewan di Desa, Curug Kecamatan Pangkah hingga tanah eks Gucisari.

Menurut Umi Azizah, keterbatasan anggaran pembangunan akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat harusnya bisa memaksa pemerintah daerah bekerja ekstra untuk meningkatkan PAD-nya.

“Saya tidak berharap banyak pada transfer pusat ke daerah karena itu sudah given. Sehingga, mau tidak mau, kita harus memaksimalkan PAD,” ujar Umi.

Bahkan, Umi sudah berkali-kali minta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) tidak bekerja linier sebatas mengidentifikasi dan mensertifikasi aset tanah milik pemerintah daerah saja, tapi juga harus dibarengi rencana pendayagunannya, termasuk kerja sama pemanfaatan dengan sektor swasta.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar