Gerakan Kabupaten Tegal Bangkit Dicanangkan, Pusat Keramaian Ditutup Mulai Kamis Besok

  Rabu, 09 Juni 2021   Dwi Ariadi
Pencanangan program ''Gerakan Kabupaten Tegal Bangkit'' di halaman Pemkab Tegal, Rabu 9 Juni 2021.(Dwi Ariadi/Ayotegal)

SLAWI, AYOTEGAL.COM - Pemkab Tegal mencanangkan program ''Gerakan Kabupaten Tegal Bangkit'' untuk menekan kasus Covid-19 yang meroket. Gerakan ini berlaku selama 14 hari, terhitung mulai Kamis 10 Juni 2021 besok hingga 23 Juni mendatang. 

Pencanangan ditandai dengan upacara apel petugas dari berbagai unsur, yakni TNI dan Polri, Satgas Covid-19 dan Forkompimda di halaman Pemkab Tegal, Rabu 9 Juni 2021. 

Dalam pencanangan hadir Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie mewakili Bupati Tegal Umi Azizah sekaligus memimpin apel, Kapolres Tegal AKBP M Iqbal Simatupang dan Dandim 0712/Tegal Letkol Inf Sutan Pandapotan Siregar. 

Usai upacara,  kegiatan dilanjutkan penyemprotan desinfektan secara massal dengan mengerahkan mobil pemadam kebakaran dan water cannon Polres Tegal ke sejumlah pusat keramaian dan jalan protokol.       

Usai upacara, Sabilillah Ardi menjelaskan, gerakan Kabupaten Tegal Bangkit ini juga sekaligus resmi menerapkan Perbup No 42 tahun 2021 yang perubahan atas Perbup No 62 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian penularan Covid-19 di Kabupaten Tegal.

"Berlaku mulai Kamis besok, sesuai surat edaran kami menutup sementara pusat-pusat keramaian di Kabupaten Tegal salah satunya tempat wisata selama dua minggu,''kata Sabilillah Ardie. 

Pusat-pusat keramaian tersebut, lanjut Ardie, di antaranya tempat wisata baik yang dikelola pemda, kecamatan, maupun desa. 

Selain menutup keramaian, juga dalam Perbup yang baru tersebut penerapan sanksi denda pelanggar protokol kesehatan semula Rp maksimal 10.000 naik menjadi Rp 100.000.

Wabup Ardie juga menegaskan, kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal terus meningkatkan dari semula 50 kasus per hari sekarang sudah 60 kasus per hari. 

''Pasca lebaran jumlah kasus terus meningkat, bahkan rata-rata penambahan kasusnya 60 orang per hari. Sehingga perlu adanya kerja sama semua unsur termasuk masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Tegal AKBP M Iqbal Simatupang menambahkan, patroli rutin penerapan prokes terus ditingkatkan. Pihaknya akan melakukan pengetatan secara humanis agar masyarakat patuh protokol kesehatan, termasuk tidak menyelenggaran kegiatan yang mengundang kerumunan. 

''Termasuk di antaranya tidak memperbolehkan adanya kegiatan hajatan atau bentuk kegiatan yang mengundang keramaian,''tegasnya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar