Produk Garam Lokal Brebes Tembus ke Pasar Nasional, Perdana Dikirim ke Kalimantan

  Jumat, 18 Juni 2021   Dwi Ariadi
Peluncuran perdana produk garam dan pengiriman ke Kalimatan dilakukan oleh Bupati Brebes Idza Priyanti bersama Direktur Jasa Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan Miftahul Huda, di pabrik produksi garam Pesantunan, Jumat (18 Juni 2021)(dok.Diskominfotik Brebes).

BREBES, AYOTEGAL.COM - Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) yang diinisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)) telah membuahkan hasil di Kabupaten Brebes. 

Setelah terbangun washing plant (mesin pencucian dan pemurnian garam) yang dikelola Koperasi Garam Mekar Sari Sejahtera Desa Pesantunan, Wanasari Brebes mampu memproduksi garam lokal yang berkualitas dan dijual hingga ke Kalimantan.

Peluncuran perdana produk garam dan pengiriman ke Kalimatan dilakukan oleh Bupati Brebes Idza Priyanti bersama Direktur Jasa Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan Miftahul Huda, di pabrik produksi garam Pesantunan, Jumat (18 Juni 2021).

"Alhamdulillah hari ini produk garam Kabupaten Brebes tembus ke level nasional, membuktikan bahwa kita juga mempunyai potensi di sektor pertambakan garam," ucap Idza.

Menurut Idza, produksi garam di Kabupaten Brebes mencapai 60 ribu ton per tahun dan dapat memenuhi kebutuhan garam baik di daerah maupun nasional. 

Luas lahan tambak garam  berada di lima kecamatan, semuanya dapat menghasilkan garam saat musim kemarau. "Sudah terbukti garam Brebes memiliki kualitas terbaik, karena kandungan NaCl mencapai 96 persen," ungkapnya.

Idza menjelaskan, customer yang sudah kontrak dengan koperasi garam adalah PT Java Borneo Anugerah Nusantara (JBAN) sebanyak 49 ton perbulan. ''Hari ini pengiriman perdana sebanyak 24,5 ton (1 kontainer) ke Kalimantan,''ujarnya.

Sedangkan untuk pemasaran garam di lokal Bebes, lanjut Idza, saat ini sedang tahap kontrak dengan Korpri untuk penyaluran keseluruh ASN yang di perkirakan kebutuhan perbulannya bisa mencapai 10 ton.

Idza berharap, melalui launching produk garam lokal sekaligus pengiriman perdana ini, dapat menjadi pemantik semangat bersama untuk terus mengembangkan potensi garam di Kabupaten Brebes.

Direktur Jasa Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Miftahul Huda MSi mengatakan, pihaknya terus mengusahakan pengembangan garam di Indonesia. 

Salah satunya yaitu membuat pabrik, walaupun skala kecil tetapi memilik nilai ekonomi cukup besar.

"Usaha poduksi garam seperti ini, diharapkan dapat menggulirkan ekonomi turunan garam bagi petani dan produsen di Kabupaten Brebes," ucapnya.

Huda mengatakan, masih perlu dibangun pabrik washing plant lagi. Mengingat kebutuhan sepenuhnya belum terpenuhi. Untuk itu, di Brebes diusahakan membangun paling tidak lima pabrik agar ada stok. Saat ini produksi garam Jawa Tengah hampir 700 ribu ton pertahun, ada di Demak, Jepara, Pati, Rembang dan Brebes.

"Kalau ingin Jawa Tengah bagus, harus kita kembangkan. Dengan teknologi sistem integrasi lahan, teknologi ramsol dan teknologi geoisolator yang diduplikasi ke masyarakat baik petambak maupun pabrik," pungkasnya.

Pihak Komisaris PT Java Borneo Anugerah Nusantara (JBAN) Sapta menyampaikan, pembelian garam di Brebes merupakan usaha dalam membantu pemerintah untuk menghidupkan UMKM di Indonesia.

"Kami terketuk, karena di masa Pandemi Covid 19 banyak pekerja mengalami PHK dan UMKM yang kesulitan. PT JBAN berkerja sama dengan pemerintah membantu para pelaku usaha, salah satunya garam," tuturnya.

Menurut Sapta, kualitas garam asal Brebes sudah baik, namun hanya sebagian kecil dari produksi garam Brebes memenuhi kebutuhan di Kalimantan. ''Nantinya akan diambil lagi garam dari daerah lain dan didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia.''

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar