Lansia di Kota Tegal yang Alami Lemas Usai Divaksin, Dokter Puskesmas: Masih Lumrah

  Selasa, 22 Juni 2021   Lilisnawati
Kepala Puskesmas Kaligangsa, Kota Tegal, dr Ifo Herwanti, Selasa 22 Juni 2021.(Lilisnawati/Ayotegal)

MARGADANA, AYOTEGAL.COM- Seorang lansia di Kelurahan Krandon, Kota Tegal, Juriyah (63) mengalami sejumlah gejala usai divaksin Sinovac.

Gejala tersebut di antaranya lemas, batuk, mual dan demam. Kondisi itu pun sudah dialaminya selama satu pekan setelah ikut vaksinasi massal di Kelurahan Krandon.

Meski demikian, Kepala Puskesmas Kaligangsa, Kota Tegal dr Ifo Herwanti menegaskan, bahwa kondisi Juriyah bukan masuk dalam kategori Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Pasalnya, Juriyah sudah mengalami batuk ringan ketika akan divaksin.

"Bukan KIPI menurut saya, karena sebelum divaksin pun si pasien sudah ada keluhan batuk ringan. Jadi mungkin tanda-tanda mau flu atau sudah bawaan si pasien," katanya, Selasa 22 Juni 2021.

Bukan hanya itu, pada saat pelaksanaan screening, pasien juga mengaku tidak mempunyai riwayat penyakit atau gejala sakit yang lain, seperti demam dan pilek.

"Maka hasil screeningnya di-ACC. Tetapi, kami juga menyampaikan kepada pasien mau divaksin sekarang atau besok. Pasien memilih hari ini karena temen-temennya semua divaksin," jelasnya.

Selama masa observasi, pihaknya juga tidak menemukan gejala apapun pada pasien yang kemudian diizinkan untuk pulang.

"Nah, baru di tanggal 16-nya, ada laporan masuk dari kader kalau Bu Juriyah ada keluhan demam. Langsung kami tindak lanjuti. Pertama kami berikan paracetamol, kemudian dipantau dan edukasi dengan minum air putih yang banyak," bebernya.

Keesokan harinya atau pada 17 Juni 2021, kondisi pasien sudah mulai membaik, yakni terlihat sudah beraktivitas membeli sarapan. Hal itu pun membuatnya merasa lebih tenang.

"Kita periksa lagi, semuanya normal, seperti tekanan darah, pernapasan, denyut nadi dan suhu badannya," ujarnya.

Begitu juga di tiga hari selanjutnya, kadernya menyampaikan bahwa kondisi Juriyah sudah kembali baik-baik saja.

"Pada Senin 21 Juli, kami juga memberikan obat kepada keluarganya. Termasuk kami bersama pak Lurah melakukan kunjungan ke rumah dan saat itu, Juriyah hanya terbaring," tuturnya.

Ia pun menjelaskan, terbaring di sini bukan berarti tidak bisa berjalan atau bahkan lumpuh, namun pasien memang diedukasi untuk banyak istirahat.

"Jadi pasien kita edukasi supaya banyak istirahat. Karena meskipun sekarang sudah bisa berjalan, darah normal, pernafasan dan jantung juga normal namun dia masih mengeluhkan batuk," ucapnya.

Ifo juga menilai, kondisi yang dialami Juriyah masih tergolong lumrah.

"Hari ini kami juga sudah melakukan kunjungan kembali. Ini keluhan masih batuk tetapi sudah lebih baik dari kemarin-kemarin. Mual sudah kadang-kadang saja," terangnya.

Ia juga menyebut, kondisi kesehatan Juriyah secara umum baik, termasuk suhu tubuh, tekanan darah, denyut nadi dan paru-paru pasien dalam kondisi normal.

"Artinya, kondisi pasien sudah baik-baik saja," tegasnya. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar