Pemkab Tegal Waspadai Pandemi Covid-19 Picu Kenaikan Stunting

  Rabu, 23 Juni 2021   Dwi Ariadi
Bupati Tegal Umi Azizah saat membuka acara Rembuk Stunting di Pendopo Amangkurat, Selasa (22 Juni 2021).(dok.Humas Pemkab Tegal)

SLAWI, AYOTEGAL.COM – Bupati Tegal Umi Azizah mengungkapkan, pandemi Covid-19 yang berkepanjangan berpotensi meningkatkan jumlah bayi penderita stunting atau (tengkes) karena himpitan ekonomi.

Hal itu disampaikan Umi Azizah saat membuka acara Rembuk Stunting di Pendopo Amangkurat, Selasa (22 Juni 2021).

Menurut Umi Azziah, faktor kemiskinan menjadi penyebab utama kondisi gizi buruk pada balita sebagai penyebab utama stunting. 

Berdasarkan data, jumlah kasus gizi akut di Kabupaten Tegal tahun 2018 lalu mencapai 21.233 balita. Dan di tahun yang sama, terdapat 6.744 balita yang mengalami gizi buruk.

''Sejak tahun 2019, Pemkab Tegal telah menginisiasi delapan aksi konvergensi stunting dan terus mengalami penyempurnaan. Termasuk pelaksanaan rembuk pagi ini sebagai aksi ketiga untuk mendapatkan masukan dan kesepakatan penyempurnaan kebijakan penurunan stunting yang mencakup peran desa di dalamnya,” jelas Umi.

Dijelaskan oleh Umi,  periode 1.000 hari pertama kehidupan anak ini merupakan masa krusial pembangunan ketahanan gizi. ''Lebih dari 1.000 hari, dampak buruk dari kekurangan gizi pada anak lebih sulit diobati. Kekurangan gizi pada ibu hamil juga bisa memicu stunting pada bayi,” tuturnya.

Sebelumnya, Pemkab Tegal telah menerbitkan Peraturan Bupati Tegal Nomor 56 Tahun 2019 tentang Penanggulangan Gizi Buruk dan Stunting yang ditindaklanjuti dengan SK Bupati Tegal Nomor 910/1294 Tahun 2019 tentang Penanggulangan Gizi Buruk dan Stunting.

Selain menjadi pedoman arah kebijakan pembangunan daerah maupun desa dan juga panduan desa melaksanakan aksi konvergensi, regulasi tersebut sekaligus menjadi landasan penetapan desa lokus tengkes sebagai prioritas untuk diintervensi. 

Tahun 2020 lalu, ada 10 desa di Kabupaten Tegal yang menjadi lokus tengkes yang diintervensi tahun 2021 ini. Sedangkan tahun 2021, ada 16 lokus desa tengkes yang akan diintervensi tahun depan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar