Kematian Covid-19 Tinggi, Perajin Peti Jenazah di Limpung Batang Kewalahan Terima Order

  Rabu, 23 Juni 2021   Dwi Ariadi
Perajin peti jenazah Topang Mas Dukuh Pagotan Desa Kalisalak, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang. (Muslihun/ kontributor Batang)

BATANG, AYOTEGAL.COM - Permintaan peti jenazah dari sejumlah rumah sakit di wilayah pantura, membuat perajin peti jenazah di Kabupaten Batang kebanjiran order, bahkan sampai kewalahan memenuhi pesanan. 

Permintaan peti jenazah tersebut untuk kebutuhan pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 yang terus mangalami peningkatan. 

Perajin peti jenazah asal Dusun Pagotan, Desa Kalisalak Kecamatan Limpung, Batang, Denis Awaludin pun mengaku kewalahan untuk mememuhi semua pesanan. Selain menumpuknya order, waktu pengerjaanya pun semakin mepet karena dikejar waktu pengiriman. 

"Selama masa pandemi Covid-19 permintaan peti jenazah untuk kebutuhan pemakaman pasien Covid-19 sangatlah tinggi. Dalam sepekan sedikitnya 10 peti jenazah dikirim ke pemesan yang sebagian besar berasal dari rumah sakit di wilyah Pantura seperti Semarang, Kota Pekalongan,Kabupaten Pekalongan dan Batang," kata Denis Awaludin. 

Ia pun mengaku tidak menaikkan harga jual walaupun jumlah orderan meningkat. 

"Harga jual peti jenazah termurah tanpa aksesoris atau perlengkapan tambahan mencapai Rp 1,2 juta. Termahal tergantung bahan baku kayu yang diinginkan dan aksesoris tambahan," ungkap Denis Awaludin selaku kepala Produksi Peti Jenazah Topang Mas. 

Untuk mengejar tenggat waktu menyelesaikan orderan, pihaknya pun saat ini menambah karyawan  dan  juga menambah jam kerja atau lembur. 

"Sebelum pandemi Covid-19 jumlah karyawan hanya 20 orang, sekarang menambah tenaga kerja menjadi 50 orang pekerja," pungkasnya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar