Hari ke-13 PPKM Darurat, Mobilitas Masyarakat Kota Tegal Masih di Zona Hitam

  Kamis, 15 Juli 2021   Dwi Ariadi
Suasana penyekatan di Jalan Teuku Umar, Kota Tegal, Kamis 15 Juli 2021. (Lilisnawati/Ayotegal.com)

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM- Kapolres Tegal Kota, AKBP Rita Wulandari Wibowo mengungkapkan, mobilitas masyarakat Kota Tegal di hari ke-13 penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali masih berada di zona hitam.

Artinya, masih banyak masyarakat yang keluar masuk ke wilayah Kota Tegal meski telah dilakukan penyekatan di titik-titik perbatasan.

"Dari pantauan kami, mobilitas masyarakat Kota Tegal masih terkoreksi di zona hitam. Masyarakat masih belum taat dengan aturan PPKM Darurat," katanya, Kamis 15 Juli 2021. 

Bahkan, kata Kapolres, pihaknya sudah melakukan penyekatan di 36 titik untuk mengurangi mobiltas masyarakat. 

Menurutnya, perlu adanya pemahaman lebih agar masyarakat tahu tujuan dari diberlakukannya PPKM Darurat. Pertama, karena meningkatnya angka Covid-19. Kedua, disusul dengan angka kematian yang tak kalah tinggi.

"Itu yang belum mereka pahami. Angka Covid-19 kita meningkat. Begitu juga angka kematian yang luar biasa. Sehingga mereka masih menyepelekan imbauan agar tetap di rumah saja," tuturnya.

Untuk itu, perlu adanya kerja sama dari semua pihak untuk menyukseskan PPKM Darurat, termasuk dari perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Tegal.

"Sudah ada ketentuan berapa karyawan yang WFH dan WFO. Maka harus ditaati betul. Semua harus sama-sama sinergi, karena di sini tidak mungkin Polri saja yang berupaya meminimalisir mobilitas masyarakat," terangnya.

Hal serupa juga diutarakan Dandim 0712/Tegal, Letkol Inf Sutan Pandapotan Siregar. Ia bahkan menyebut bahwa angka mobilitas masyarakat Kota Tegal meningkat 0,2%.

"Padahal semestinya, angka mobilitas masyarakat menurun 10% hingga 20%. Ini malah kita naik 0,2%. Artinya, di sini perlu adanya kerja sama antar wilayah untuk menekan mobilitas masyarakat," ujarnya.

Sutan menilai, alasan mobilitas masyarakat Kota Tegal tinggi karena Kota Tegal merupakan magnet untuk wilayah sekitar. Ia mencontohkan, banyak masyarakat dari Kabupaten Tegal dan Brebes yang bekerja di Kota Tegal.

"Karena itu perlu koordinasi dan kerja sama semua unsur agar bisa menekan angka mobilitas. Karena Kota Tegal ini masih terkoreksi zona hitam atau mobilisasinya masih tinggi," ucapnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar