Umi Azizah: Salat Iduladha Bisa Dilakukan Bersama Keluarga di Rumah

  Senin, 19 Juli 2021   Dwi Ariadi
Bupati Tegal Umi Azizah pada rapat Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat bersama unsur Forkopimda di Rumah Dinas Bupati Tegal, Minggu (18 Juli 2021) malam.(dok.Humas Pemkab Tegal)

SLAWI, AYOTEGAL.COM – Pemerintah secara resmi telah meniadakan pelaksanaan salat Iduladha 1442 H di masjid, musala, lapangan ataupun tempat lain yang dikelola instansi pemerintah, masyarakat, maupun perusahaan di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat. 

Hal tersebut mendasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Agama (Menag) Nomor 17 Tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Salat Iduladha dan Petunjuk Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M di Wilayah PPKM Darurat. 

''Sesuai arahan Menteri Agama, penyelenggaraan salat Iduladha baik di masjid, musala, lapangan dan tempat lainnya selama PPKM darurat ini ditiadakan, termasuk di Kabupaten Tegal,''kata Bupati Tegal Umi Azizah pada rapat Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat bersama unsur Forkopimda di Rumah Dinas Bupati Tegal, Minggu (18 Juli 2021) malam

Menurut Umi, salat Iduladha bisa dilakukan bersama keluarga inti di rumah, mengingat Kabupaten Tegal saat ini masih termasuk kategori penularan level tiga.

Peniadaan salat Iduladha itu, lanjut Umi, juga mencakup penyelenggaraan malam takbiran di masjid dan musala serta takbir keliling berjalan kaki maupun dengan angkutan kendaraan. 
''Kebijakan tersebut semata-mata untuk melindungi keselamatan warga, mencegah agar penularan virus tidak semakin meluas, terlebih jika sampai menimbulkan klaster peribadatan,''tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Umi juga meminta Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tegal menyosialisasikan SE Menag tersebut ke tokoh agama maupun ulama di masing-masing kecamatan dan desa. 

''Sosialisasikan ini dengan baik lewat pendekatan yang mudah dipahami dan dimengerti,” pesannya.

Menanggapi itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tegal Sukarno mengatakan, pihaknya akan segera mensosialisasikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat melalui jejaring kepala Kantor Urusan Agama, penghulu dan penyuluh agama di masing-masing kecamatan.

“Kami juga akan meminta kerja sama dari jajaran TNI dan kepolisian untuk ikut serta membantu mengamankan kebijakan ini ,” ujarnya.

Sementara itu, penyembelihan hewan kurban dapat berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 11-13 Dzulhijjah. Sukarno pun menjelaskan bahwa pemotongannya dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan Ruminansia (RPH-R).

“Jika ada keterbatasan jumlah dan kapasitasnya, pemotongan hewan kurban dapat dilakukan di luar RPH dengan mengikuti sejumlah persyarakat seperti jaga jarak fisik, kebersihan alat, penerapan protokol kesehatan dan kebersihan dari petugas maupun mereka yang berkurban,” lanjut Sukarno.

Adapun Wakapolres Tegal Kompol Didi Dewantara mengatakan, jika mobilitas warga pada pelaksanaan PPKM darurat ini hanya turun 10 persen. Oleh sebab itu, pihaknya pun menambah jumlah titik penyekatan terutama di daerah dengan mobilitas tinggi.

''Total kini ada 26 titik yang kita lakukan penyekatan. Salah satunya di simpang teh botol Pasar Banjaran. Setelah kita lakukan penyekatan, terbukti terjadi penurunan mobilitas,” jelasnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0712/Tegal Letkol Inf Sutan Pandapotan Siregar menuturkan perlu kerja ekstra lagi supaya dapat menurunkan mobilitas di Kabupaten Tegal. 

''Sinergi Forkopimda ini sangat penting untuk memberikan pemahaman dan sosialisasi ke masyarakat,'' tuturnya.

Pada pelaksanaan peringatan Hari Raya Idul Adha tahun ini, lanjut dia, perlu ada strategi dari TNI-Polri untuk mengamankan masjid maupun titik-titik yang rawan penyelanggaraan salat Iduladha.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar