Pemantauan Hewan Kurban di Kota Tegal, Petugas Temukan Hati Sapi Bercacing

  Selasa, 20 Juli 2021   Lilisnawati
Petugas DKPPP Kota Tegal saat melakukan pemeriksaan sekaligus edukasi cara memeriksa hati sapi yang bercacing atau tidak, Selasa 20 Juli 2021. (Lilisnawati/Ayotegal.com)

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM- Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan (DKPPP) Kota Tegal memantau pemotongan hewan kurban di sejumlah masjid dan musala di Kota Tegal, Selasa 20 Juli 2021.

Satu di antaranya di Masjid Jami Rohmatulloh, Kelurahan Debong Lor, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal. Di tempat ini, petugas mendapati sejumlah hati sapi yang bercacing.

"Ya kita dari DKPPP Kota Tegal, hari ini melakukan pemantauan sekaligus pemeriksaan hewan kurban di masjid dan musala. Kita dibagi beberapa tim. Kalau pemantauan saya tadi dari 3 lokasi, satu di antaranya ditemukan hati sapi yang bercacing," ungkap petugas DKPPP Kota Tegal, drh Sri Kristiani.

Kristin kemudian meminta agar hati sapi yang bercacing tidak dikonsumsi, karena bisa menyebabkan gangguan pencernaan.

"Yang ada cacing hatinya kita sarankan untuk dibuang atau tidak dikonsumsi. Karena cacing itu biasanya walaupun direbus atau digoreng masih bisa mengeluarkan zat berbahaya yang kemudian menimbulkan gangguan pencernaan," jelasnya.

Menurutnya, saat pemantauan itu juga dilakukan edukasi kepada panitia bagaimana caranya memeriksa hati, limpa, jantung dan paru-paru hewan kurban yang layak dikonsumsi.

"Tujuannya supaya ke depannya mereka sudah tahu tanpa kita pantau. Mereka bisa paham mana yang layak konsumsi dan enggak," katanya.

Sementara seorang panitia, Tarsono (56) mengatakan, edukasi tentang cara mengetahui organ dalam atau jeroan hewan kurban yang layak konsumsi itu bagus.

"Saya mengucapkan terima kasih. Kita sekarang tahu, cara memeriksa hati sapi yang bagus dan enggak. Begitu juga jeroan yang lain, limpa, jantung dan paru-paru. Jadi daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat memang aman untuk dikonsumsi," ucapnya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar