PPKM Darurat, Kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal Turun

  Rabu, 21 Juli 2021   Dwi Ariadi
Infografis akumulasi dan penambahan kasus harian Covid-19 di Kabupaten Tegal selama pelaksanaan PPKM Darurat Jawa Bali periode 3-20 Juli 2021. (dok Humas Pemkab Tegal)

SLAWI, AYOTEGAL.COM  – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa Bali periode 3-20 Juli 2021 berdampak pada penurunan kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Tegal. 

Berdasarkan data, penurunan angka dari kisaran 109 kasus per hari menjadi rata-rata 65 kasus per hari. 

Karena itu, Bupati Tegal Umi Azizah menyampaikan ucapan terima kasih  kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dan mendukung upaya penurunan kasus penularan Covid-19 Kabupaten Tegal.

Hal tersebut  disampaikan Umi Azizah usai mengikuti konferensi video jarak jauh implementasi PPKM Level 4 Jawa dan Bali di  rumah dinasnya, Rabu (21 Juli 2021).

Umi menegaskan, penurunan kasus penularan Covid-19 secara nasional juga dialami Kabupaten Tegal. Penurunan tersebut baru terjadi setelah dua minggu PPKM darurat diberlakukan. 

Sebelumnya, selama 14 hari jumlah pasien Covid-19 bertambah rata-rata 109 kasus per hari. Memasuki hari ke-15 hingga ke-18 atau Selasa (20 Juli 2021) rata-rata penambahannya 65 kasus per hari.

“Di hari ke-15 ada penurunan jumlah pasien Covid-19 menjadi 71 kasus. Hari ke-16 ada 64 kasus, hari ke-17 ada 72 kasus dan hari ke-18 atau Selasa (20/07/2021) kemarin 56 kasus,”paparnya

Menurut Umi, penurunan kasus Covid-19 tersebut merupakan wujud partisipasi dan komitmen seluruh elemen masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah dalam mendukung upaya menekan laju penularan virus yang sudah merenggut 624 nyawa penduduk Kabupaten Tegal selama pandemi ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan juga pelaku usaha di Kabupaten Tegal yang sudah berkorban, berjuang melawan pandemi ini dengan mematuhi protokol kesehatan dan ketentuan PPKM darurat,''ujarnya. 

''Menahan diri tidak berpergian ke luar rumah untuk keperluan yang tidak mendesak, beribadah dari rumah, bersekolah dari rumah hingga bekerja dari rumah bagi yang memungkinkan,”lanjut Umi.

Umi pun meminta masyarakat bisa sedikit bersabar di masa perpanjangan PPKM ini untuk menjaga penurunan kasus penularan Covid-19. 

Bupati Umi berharap jangan sampai hasil evaluasi 26 Juli 2021 nanti Kabupaten Tegal yang berada di level tiga penularan Covid-19 justru kasusnya meningkat, sehingga kebijakan pelonggaran sebagaimana yang disampaikan Presiden Jokowi belum bisa dilaksanakan.

Ia juga mengimbau agar kewaspadaan masyarakat lebih ditingkatkan seiring merebaknya varian delta yang dapat meningkatkan risiko gejala sakit dan kematian pada pasien Covid-19.

“Varian baru Covid-19 dari India ini harus diwaspadai karena risiko sakit dan kematiannya lebih tinggi dari varian aslinya yang dari Wuhan, China. Gejalanya dari yang ringan ke berat itu cepat sekali, sehingga jika tidak segera dilakukan pertolongan berisiko menyebabkan kematian,” ujarnya.

Umi menengarai, banyaknya kasus kematian pada pasien isolasi mandiri (isoman) di rumah karena kurangnya informasi akan hal ini. Untuk itu, ia pun mengimbau agar edukasi dan pemantauan kepada warganya yang sedang menjalani isoman lebih ditingkatkan.

“Pasien isoman yang memiliki komorbid, sekalipun tidak menunjukkan gejala harus dipantau ekstra. Sementara yang sudah menunjukkan gejala ringan, apalagi sampai saturasi oksigennya turun di bawah normal harus segera dirujuk ke rumah sakit,” pesan Umi.

Adapun Humas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal Sunarto mengungkapkan jika sejak Selasa (29 Juni 2021) hingga Rabu (21 Juli 2021) ini pihaknya sudah menjemput 31 jenazah pasien Covid-19 yang meninggal dunia di rumah saat menjalani isoman.

Jenazah tersebut, lanjut Sunarto, dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemulasaran menggunakan protokol Covid-19. Masyarakat dapat mengakses layanan penjemputan jenazah pasien isoman dari PMI Kabupaten Tegal ini dengan menghubungi 085713472156 atau 082133348113. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar