Perayaan Hari Waisak di Kota Tegal Usung Tema Perkokoh Moral dan Keharmonisan Bangsa

- Minggu, 4 Juni 2023 | 14:21 WIB
Peringatan Hari Waisak di Kota Tegal (dok Humas Polres Tegal Kota)
Peringatan Hari Waisak di Kota Tegal (dok Humas Polres Tegal Kota)

KOTA TEGAL, AYOTEGAL.COM - Pemeluk agama Budha Kota Tegal memperingati Hari Waisak di Meditation Center, Jalan Slamet Riyadi dan Metta Vihara Jalan Udang, Kota Tegal pada Minggu 4 Minggu 2023.

Menurut Ketua Yayasan Meditation Center Tegal, Aditya Ananta Nugroho menyampaikan, perayaan Waisak tahun 2567/2023 ini dipimpin oleh Bante Sujarno Mahatera. Dan di ikuti oleh sekitar 50 orang jemaat umat Budha.

Aditya Ananta mengatakan, hari Tri Suci Waisak mengingatkan umat Buddha pada tiga peristiwa suci dalam kehidupan Buddha Gautam, yaitu kelahiran, pencapaian pencerahan sempurna dan kemangkatan Sang Buddha.

Baca Juga: Kumandang Azan dan Tangis Haru Bupati Tegal Warnai Keberangkatan Calon Haji ke Donohudan Solo

Tiga peristiwa suci itu terjadi pada hari purnama sidi, bulan Waisak. Aditya Ananta menyebut, pada perayaan Waisak 2567 tahun 2023 ini mengangkat tema "Memperkokoh Moral, Membangun Keharmonisan Bangsa".

"Maksudnya, bahwa momentum Waisak menjadi penting untuk merefleksikan nasihat yang berkenaan dengan kesucian moral. Sekaligus menyegarkan kembali ingatan pada tiga peristiwa agung yang sangat istimewa dalam hidup Guru Agung Buddha," ungkap Aditya.

Aditya juga menjelaskan, hari Trisuci Waisak 2567 tahun ini jatuh pada 4 Juni 2023.

Umat Buddha merayakan Trisuci Waisak dengan puja bakti, meditasi, dan menciptakan kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan dilandasi moral yang kokoh atau keluhuran budi pekerti.

Baca Juga: Calon Haji Kabupaten Tegal Diberangkatkan ke Donohudan Solo, Ribuan Pengantar Padati Alun-alun Slawi

Perayaan Tri Suci Waisak yang mendapat pengamanan dari Polres Tegal Kota ini diawali dengan penyalaan lilin dan dilanjutkan dengan prosesi Pradaksina yaitu ritual yang mengelilingi suatu objek yang dianggap suci.

"Sambil mengucapkan doa-doa suci, dalam prosesi ini umat Budha memutar searah jarum jam sebanyak tiga kali. Setelah usai Pradaksina, kemudian dilanjutkan kegiatan kebaktian,"tandasnya.***

Editor: Dwi ariadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X