Nama Enthus, Hasil Wisik dari Sumur Kidang Banten

- Senin, 10 Mei 2021 | 14:49 WIB
Atmo Tan Sidik.(dok)
Atmo Tan Sidik.(dok)

Demikian silaturahmi saya dengan Ki Enthus Susmono yang terjaga dengan baik sejak dari jalur buyut, mbah, anak, juga Mas Haryo Enthus Susmono yang meniru jejak sang ayah.

Dari kedekatan dan suasana saling menghargai profesi, Alhamdulillah penulis banyak mengetahui info "jeroan" tentang filosofi hidup dari jagad pewayangan yang ditandai menjelang beliau meninggal dunia. Ki Enthus telah menghadiahkan kepada saya peci Gus Dur; Alquran Al Ibris terjemahan bahasa Rembang karya Mbah Bisri Mustofa yang dipengantari Gus Mus (K.H. Mustofa Bisri), juga Tafsir Al Misbah karya Prof. Dr. Quraish Shihab 14 jilid.

Demikian pula ketika penulis mengantarkan titipan Alquran terjemahan Basa Banyumasan dari Novelis "Ronggeng Dukuh Paruk", Kang Ahmad Tohari, penulis diajak makan dengan lauk wader goreng Waduk Cacaban, lengguk, tahu dan tempe. Penulis sempat melontarkan pertanyaan: “Ganing mangane kayong setithik, Ki?” Hal itu lalu dijawab spontan: “Wis umur semene mangan aja kakehan, endah mengko sing nggotong ora kaboten...” 

Ternyata pembicaraan itu tak lama menemukan bukti, bahwa pada hari Senin Wage, malam Selasa Kliwon, dalang kondang itu telah menjalankan "Sangkan Paraning Dumadi" untuk menghadap Dzat Yang Maha Dalang, Allah Subhanahu Wa ta’ala, di saat penulis sedang berada di kamar pribadi kediaman Habib Luthfi bin Yahya. Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun... 

Lepas dari segala kekurangan yang ada, dalam kapasitasnya sebagai manusia biasa, Ki Enthus adalah orang baik, yang tidak tega ketika ada warga menghampiri setelah turun dari pentas mengatakan: “Dalange, aku durung duwe beras nggo ngliwet..." Maka segera ia merogoh uang sodaqohnya. 

Demikian pula saat pentas kemudian ada warga kurang mampu yang melahirkan dan informasi itu sampai kepadanya, maka Ki Enthus menitipkan sejumlah uang untuk membantu. Dalam keyakinan Ki Enthus, anak yang lahir di saat pentas berlangsung dinamakan "Putra Panggung".

Semoga kesaksian kebaikan ini mengukuhkan bahwa almarhum adalah orang yang husnul ibadah, husnul muamalah, dan husnul khotimah. Al Fatihah. (*)   

Atmo Tan Sidik, Budayawan 
-Ketua Lesbumi Kota Tegal 

Halaman:

Editor: Dwi Ariadi

Tags

Terkini

Game The Lucky Miner Penghasil Uang dari Menambang

Rabu, 11 Januari 2023 | 20:58 WIB

Candra Birawa (Pandemi) Bisa Dikalahkan!

Senin, 5 Juli 2021 | 16:44 WIB
X