Membumikan Bahasa Tegal, Politeknik Purbaya Gelar Webinar Hadirkan Balai Bahasa Jawa Tengah

- Sabtu, 26 November 2022 | 19:23 WIB
Budayawan Tegal Atmo Tan Sidik  meluncurkan buku dengan judul Ngranggeh Kabegjan bertepatan dengan HUT ke 28 Sastra Tegalan usai Webinar di Kampus Politeknik Purbaya Tegal.  (dok Politeknik Purbaya Tegal)
Budayawan Tegal Atmo Tan Sidik meluncurkan buku dengan judul Ngranggeh Kabegjan bertepatan dengan HUT ke 28 Sastra Tegalan usai Webinar di Kampus Politeknik Purbaya Tegal. (dok Politeknik Purbaya Tegal)

TALANG, AYOTEGAL.COM - Menyambut HUT ke 28 Sastrawan Tegalan, Politeknik Purbaya Tegal menggelar Webinar dengan tema ''Orasi Ilmiah Nganggo Bahasa Tegal Halal apa Haram?'', Sabtu 26 November 2022.

Webinar menghadirkan Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah, Ganjar Harimansyah, budayawan Tegal Atmo Tan Sidik, Kabid SMP Dinas Dikbud Kabupaten Tegal Alfatah dan Ketua PWI Kabupaten Tegal Dwi Ariadi.

Menurut Direktur Politeknik Purbaya Tegal, Titiek Deasy Saptaryani, seminar yang diadakan secara hybrid tersebut untuk menjawab pertanyaan tentang bahasa Tegal yang telah digunakan pada Wisuda 2 Politeknik Purbaya, yakni Orasi Ilmiah dengan bahasa Tegal.

Baca Juga: Buka Posko Peduli Korban Gempa Cianjur, Polres Pemalang Kirim Bantuan Pakaian Layak Pakai

''Tema seminar kali ini adalah Orasi Ilmiah Nganggo Bahasa Tegal Halal apa Haram?,''katanya.

Menurut Titiek Deasy, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menyelerasakan dengan program pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi daerah berkenaan budaya dan sejarah dan juga salah satu implementasi misi Politeknik Purbaya, salah satunya membumikan teknologi melalui budaya atau kearifan lokal.

Politeknik Purbaya Tegal menggelar Webinar dengan tema ''Orasi Ilmiah Nganggo Bahasa Tegal Halal apa Haram?'', Sabtu 26 November 2022. (dok Politeknik Purbaya)

Sementara itu, Ganjar Harimansyah menyatakan, bahasa daerah perlu dibumikan dalam kegiatan akademik sebagai wujud syukur karena bahasa ibu adalah anugerah Tuhan.

''Bahasa daerah diambang kepunahan yang terjadi dari tahun ketahun karenanya penggunaan bahasa di event penting perlu dilakukan sebagai upaya pelestarian bahasa daerah,''tandasnya.

Khusus bahasa Jawa, lanjut Ganjar, berdasarkan hasil kajian vitalitas bahasa Jawa ini termasuk rentan, karena anak-anak dan kaum tua menggunakan bahwa jawa namun jumlahnya sedikit.

Baca Juga: Bantu Kakek 60 Tahun Alami Gangguan Mental Tinggal di Gubuk, Bupati Tegal: Jangan Dipasung

Halaman:

Editor: Dwi ariadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gelar Musda, Lasqi Kabupaten Tegal Kembali Diaktifkan

Minggu, 22 Januari 2023 | 20:11 WIB
X