Bhabinkamtibmas Desa Kuta di Pemalang Imbau Warga Jaga Populasi Ikan di Sungai, Larang Gunakan Setrum

- Kamis, 8 Desember 2022 | 19:15 WIB
Sosialisasi Undang-Undang tentang perikanan di Balai Desa Kuta, Bantarbolang, Pemalang,  Kamis 8 Desember 2022. (dok Humas Polres Pemalang)
Sosialisasi Undang-Undang tentang perikanan di Balai Desa Kuta, Bantarbolang, Pemalang, Kamis 8 Desember 2022. (dok Humas Polres Pemalang)

PEMALANG, AYOTEGAL.COM - Bhabinkamtibmas Desa Kuta, Polsek Bantarbolang Aipda Ahmad Budi Laksono meminta warga di desa binaannya agar bekerjasama dalam menjaga populasi ikan di sungai.

Hal tersebut terungkap dalam Sosialisasi Undang-Undang tentang perikanan di Balai desa Kuta, Kamis 8 Desember 2022.

Kapolsek Bantarbolang AKP Trino mengapresiasi inisiasi Bhabinkamtibmas dan seluruh elemen masyarakat Desa Kuta, baik tokoh masyarakat, agama dan pemuda dalam mendukung keberlangsungan ekosistem dan populasi ikan di Desa Kuta.

Baca Juga: Polres Tegal Giatkan Patroli Malam Hari, Sasaran Aksi Balap Liar dan Knalpot Brong

“Dengan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam menjaga kelestarian ekosistem sungai,” kata AKP Trino.

Pada kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Kuta mengimbau, agar warga tidak melakukan penangkapan ikan dengan cara setrum dan meracun menggunakan bahan kimia di sungai, karena dapat berdampak pada kerusakan ekosistem sungai.

Perbuatan tersebut dilarang dan melanggar hukum, sebagaimana dimaksud dalam pasal 84 ayat 1 dan atau Pasal 86 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan juncto Pasal 100B Undang-Undang RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2009 tentang Perikanan, dengan pidana penjara 5 tahun dan denda lima milyar rupiah.

Baca Juga: Tampung 5.070 Usaha Mikro, Platform UMKM Bangkit Tegal Raih Penghargaan dari Perbarindo Jawa Tengah

Bhabinkamtibmas Desa Kuta mengatakan, untuk mencegah penangkapan ikan dengan cara setrum dan meracun, pihaknya juga memasang banner imbauan di sejumlah tempat.

“Kami memasang banner imbauan di tepi sungai, pemukiman penduduk dan Balai desa, harapannya kedepan tidak ada lagi penangkapan ikan dengan cara setrum dan meracun di sungai,” kata Aipda Ahmad Budi Laksono.

Halaman:

Editor: Dwi ariadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Satu Hati, Peduli Korban Banjir

Selasa, 10 Januari 2023 | 17:15 WIB
X